Isrti memiliki kedudukan penting di mata suaminya. Ia adalah pelipur lara di kala duka, dan teman setia dalam kebahagiaan. Jika suaminya sedih, maka ia adalah teman manengisnya. Jika gembira maka ia adalah teman tertawanya. Ia adalh taman dan wadah tempat mencurahkan segala onak duri yang dihadapi suaminya dalam menjalani kehidupan yan tidak pernah stagnan ini.
Ada beberapa peranan penting yang harus dijalankan seorang istri untuk suaminya ;
1. Motivator
Istri adalah motivator utama bagi suaminya. Jika ia lalai beragama, maka istrinyalah yang harus memotivasinya untuk kembali bersemangat beribadah dan mengingatkannya dengan ancaman Allah yang siap menanti di akhirat kelak. Jika ia lalai mencari nafkah, maka istrinyalah yang akan mengingatkannya dengan kebutuhan yang menumpuk dan akan terus bertambah hari demi hari.
Kitapun tidak ada yang meragui, bahwa istri dan keluarga adalah motivasi utama seorang suami rela bekerja keras dan membanting tulang demi mendapatkan sesuap nasi. Ia rela diterpa panas dan hujan demi menghidupi kelaurganya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa mengambil contoh sederhana. Misalnya, ketika suami pulang kerja dengan segenap kelelahan dan kecapekan, maka si istri bisa menghiburnya dan melayaninya dengan baik. Senyumnya adalah motivasi yang dapat membangkitkan kembali gairah bekerjanya di esaok hari. Ibarat batteray, maka istri adalah charger yang akan menambah kekuatan suami untuk menempuh hari esok yang lebih baik.
Janganlah istri menyambutnya dengan kemarahan dan muka masam, karena hal itu justru akan membuatnya semakin pusing dan marah. Ia sudah memikul sejuta masalah dari kantornya, dan janganlah menimpakan lagi masalah baru ke dalam otaknya. Jika ada masalah yang harus dibicarakan, maka carilah waktu yang tepat untuk membicarakannya.
2. Pencegah Suami Berbuat Kemungkaran
Istri sangat berperan dalam menentukan perbuatan suami di tempat kerjanya dan dalam kehidupan sehari-hari. Semenjak dahulu kala sering kita mendengar ungkapan yang mengatakan bahwa di belakang laki-laki besar, ada seorang perempuan hebat.
Begitulah kenyataannya. Jika seorang istri baik (sholihah), maka suaminya akan baik. Begitu juga sebaliknya, jika istrinya jahat, maka si suami akan ikut –ikutan jahat. Hal ini memang tidak terjadi secara otomatis dan tidak berlaku bagi semua orang, hanya saja, mayoritas seperti itu.
Jika misalnya, seoarang istri jahat dan tamak akan harta, maka ia akan terus mengompori suaminya untuk menambah pundi-pundi hartanya, menekannya dengan berbagai tuntutan, bahkan menghasutnya untuk melakukan tindakan criminal, misalnya korupsi.
Kita tidak bisa mengelakkan kenyataan bahwa seorang istri berperan besar ketika suaminya melakukan tindakan korupsi. Tuntutan demi tuntutan membuat kepalanya pusing, sehingga ketika ada kesempatan di hadapan matanya untuk menambah nominal uang sakunya, maka ia melakukannya. Sebenarnya ia –mungkin- memiliki niat yang baik, karena ingin membahagiakan istrinya. Namun itu sama sekali tidak melegalkan perbuatan jahatnya. Korupsi adalah mencuri, dan itu memiliki sanksi dalam syariat islam.
Sebliknya istri yang baik mampu menjaga perasaan suaminya dan tidak menuntut berbagai materi. Ia ridlo dengan apa yang telah diberikan Allah melalui tangan suaminya. Jika ada tambahan, ia bersyukur seraya memanjatkan pujian kepadaNYa. Jika kura ia tetap bersyukur seraya mengharap tambahan rezeki-Nya. Baginya hidup kekurangan dengan harta yang halal lebih baik daripada kaya dengan harta yang penuh dosa.
3. Pendidik Anak-anaknya
Tugas utama seoarang istri adalah mendidik anak-anaknya. Walaupun ia harus bekerja di luar rumah, ia tetap tidak boleh melalaikan kewajiban utamanya ini. Jangan sampai anaknya lebih mengenal dan lebih dekat dengan pembantunya daripada dengan ibunya.
Seorang istri adalah pondasi utama dalam kehidupan rumah tangganya. Jika ia lemah dan tidak mampu mendidik anak-anaknya dengan baik, maka masa depannya akan kelam dan penuh kegelapan. Tidak ada ang bisa diharapkannya kecuali kehancuran.
Oleh karena itu seorang istri harus berperan baik dalam menjalankan tugas yang diamanahkan suaminya kepadanya. Efek pernbuatannya saat ini akan mempengaruhi perjalanan kehidupannya kelak.
4. Teman Berbagi (Sharing)
Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita banyak menghadapi masalah, baik yang berhubungan dengan pekerjaan, kehidupan social, ekonomi dan lain-lain. Oleh karena itu, kita berkeinginan kuat untuk menumpahkan segala keresahan itu kepada orang lain, agar perasaan menjadi tenang dan sedikit lega. Dalam hal ini, suami bisa mencurahkan segala keresahannya kepada sang istri, dan seorang istri juga bisa mencurahkan segala masalahnya kepada sang suami. Inilah salah satu peranan yang harus dipikul masing-masing pihak dalam kehidupan rumah tangga.
Jika ada masalah, maka masalah tersebut harus dibicarakan bersama-sama, apalagi jika berhubungan dengan kehidupan bersama. Janganlah salah satu pihak memikul beban sendirian, sehingga ia tertekan. Ada baiknya jika ia berbagi dengan pasangannya. Ibarat rumah maka curhat adalah jendela yang membuat sinar matahari masuk ke dalam rumah dan menerangi rumah – jiwa – yang kelam dan gelap gulita. Ibarat hujan, maka ia adalah air yang menghujani tanah gersang, sehingga ia bisa menumbhkan kembali berbagai jenis tanaman.
5. Kritikus Handal
Istri adalah kritikus handal bagi suaminya. Jika misalnya, seorang suami mengambil suatu keputusan, maka sang istri juga bisa mengkritisinya, apakah itu baik baginya atau tidak. Ia tinggal bersamanya setiap hari dan berada dalam satu atap, tentu ia mengenal karakter suaminya dan cita-citanya. Sehingga jika suaminya mengambil suatu keputusan yang rasanya bertentangan dengan kebaikan dirinya dan tidak sesuai dengan tabiatnya, maka istri harus berada di barisan terdepan untuk mengkritiknya dan memberikan solusi terbaik.
6. Manajer Keuangan Keluarga
Istri adalah manajer keuangan dalam rumah tangganya. Ia harus mempu mengatur uang yang diberikan suaminya sebaik-baiknya, bahkan ia juga harus bisa menyisakan untuk ditabung. Jika misalnya, seorang suami memberikan uang bulanan sebesar 1 juta rupiah kepada istri, sedangkan kebutuhan ekonomi rumah tangga adalah 900 ribu rupiah, maka ia harus bisa menabung sisanya. Bahkan jika ia mampu menabung lebih dari itu, tentu lebih baik.
Sebaik-baiknya istri adalah perempuan yang mampu berhemat, tetapi tidak kikir. Ia masih bisa hidup sesuai standar, tanpa harus mengikat perutnya erat-erat. Dan jika suaminya adalah orang yang memilki kelebihan harta, maka ia juga harus bisa mengatur keuangan keluarga dengan baik, karena keadaan akan terus berputar. Jika ia sekarang kaya raya, siapa tahu hari nanti ia akan miskin dan menderita. Janganlah menghambur-hamburkan uang yang ada, kecuali untuk keperluan dan dalam rangka ibadah kepada Allah.
7. Penjaga Nama Baik Suami
Sebagai pasangan suami istri yang hidaup serumah, tentu seorang ostri mengetahui hamper semua rahasia suaminya, baik dalam masalah keuangan, perangai, tabiat dan sebagainya. Dan tugas seorang istri adalah menjaga baik-baik harga diri suaminya di hadapan keluarga besarnya. Jika misalnya, suami sedang kekurangan uang atau tidak memilkinya sama sekali, maka janganlah meminta-minta dan menghamba kepada saudara, atau orang tua, apalagi kepada orang lain. Jika masih bisa bertahan, maka bertahanlah terlebih dahulu sampai suami bisa mendapatkan nafkah. Namun jika harus meminjam atau tidak ada jalan lain, maka lakukanlah.
Jika seandainya suami mempunyai perangai yang jelek, maka tugas seorang istri untuk menasehatinya. Janganlah disebarkan, seolah-olah ia adalah orang lain yang sama sekali tidak memiliki hubaungan dan ikatan apa-apa. Bagaimanapun jeleknya perangai suami, ia tetaplah suami anda. Jika namanya jelek dan tercemar anda juga akan ikut kena cipratannya. Oleh karena itulah seoarang istri harus pandai menjaga rahasia dan aib yang ada pada suami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar