Berikut adalah kutipan dari beberapa pernyataan oleh para professional yang dipandang sebagai otoritas internasional dalam bidang kepemimpinan.
1. Kepemimpinan adalah urusan semua orang. Kepemimpinan bukanlah tentang sebuah posisi atau tempat. Ia adalah sebuah sikap dan tanggung jawab untuk membuat sebuah perbedaan. ( J.M. Kouzes and B.Z. Posner, Encouraging the heart; A leader’s guide to rewarding and recognizing others (Mendorong hati: Panduan Pemimpin untuk menghargai dan mengakui orang lain), Jossey-Bass, San Fransisco, 2003)
2. Pemimpin tidak mencari alasan untuk tidak bertindak. Mereka penggerak utama dan pengadopsi yang pertama. Mereka membuat berbagai hal terwujud.. Pemimpin membuat orang lain bertindak, salah satu tugasnya adalah membuat anggotanya bertindak, menguji, berargumentasi, bertahan, berinovasi, dan belajar. Mereka harus menjadi model prilaku yang mereka inginkan dari orang lain. (G.M. Spreitzzer and T.G. Cummings, The Future of Leadership (masa depan kepemimpinan), Jossey-Bas, San Fransisco, 2001)
3. Model kepemimpinan masa lalu sudah tidak memadai bagi tantangan pendidikan masa depan. (A. Harris. Distributed Leadership (Kepemimpinan Distributif), Routledge, London, 2008)
4. Salah satu keterampilan khusus yang diperlukan pemimpin untuk mencontohkannya dalam kenyataan adalah kemampuan yang penting untuk membangun dan menjaga hubungan. (M. De Pree, Leadership ia an Art (Kepemimpinan adalah Seni), currency Doubleday, New York, 1989)
5. Pada dasarnya pengaruh dan inspirasi berasal dari orangnya, bukan jabatannya. (M. Sanborn, You Don’t Need a Title to be Leader, Random House, United Kingdom, 2006)
6. Kepemimpinan tidak terjadi begitu saja. Ia bias diajarkan, dipelajarai dan dikembangkang. (R.w. Giuliani, Leadership, Merimax Books, New York)
7. Kepemimpinan adalah tentang menolong orang untuk memahami masalah yang mereka hadapi, dengan menolongnya agar mampu menangani masalah tersebut, dan bahkan dengan belajar untuk hidup dengan masalah. Bagaimanapun kepemimpinan adalah perjuangan, sebuah perjuangan untuk melakukan sesuatu dengan benar. Kita bias menghargai perjuangan ini ketika kita mengajari bahwa pemimpin adalah manusia biasa yang dibutuhkan untuk membuat komitmen yang tidak umum untuk mencoba memenuhi keawjiban mereka. Mereka melakukan ini dengan meraih tujuan dan menolong orang lain dengan sukses. (T. Sergiovanni, Leadership: What’s in it for School? (Kepemimpinan: Sekolah dapat apa?) Roudledge Falmer . New York, 2001)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar